Welcome To My Blogg.. This is My "WORLD"

Selasa, 22 Mei 2012

jaringan lokal akses tembaga


2.1 Umum
Jaringan lokal akses tembaga (Jarlokat) adalah suatu bentuk jaringan kases yang konfigurasinya  dimulai dari terminal blok vertikal  pada rangka pembagi utama (RPU/MDF), baik yang hanya menggunakan tembaga sebagai media akses maupun adanya tambahan perangkat  lain yang bertujuan untuk meningkatkan unjuk kerjanya. Jarlokat digolongkan  kedalam 2 jenis yaitu Jarlokat murni dan Jarlokat tidak murni.

2.1.1 Jarlokat Murni
Jaringan lokal akses tembaga (Jarlokat) murni sebagai jaringan lokal akses tembaga yang operasionalnya tidak menggunakan tambahan perangkat aktif. Jarlokat murni dipergunakan untuk menghubungkan  pelanggan telepon individual  ke sentral telepon dan pelanggan data individual ke sentral data dengan kecepatan sampai dengan 19,6 kbps. Berdasarkan cara pencatuan dari sentral ke pesawat pelanggan jarlokat murni dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :


Konfigurasi Jaringan Kabel Lokal.
 

 

Gambar 1 : Konfigurasi jaringan kabel lokal



2.1.1.1 Jaringan Catu Langsung
Jaringan catu langsung sering disebut juga Daerah Catu Langsung (DCL), dimana pada DCL ini pesawat pelanggan dicatu dari kotak pembagi (KP) terdekat yang langsung dihubungkan dengan  Rangka Pembagi Utama (RPU) tanpa melalui Rumah Kabel (RK).


Gambar 2.1 Jaringan kabel lokal catu langsung

2.1.1.2 Jaringan Catu Tidak Langsung
Jaringan catu tidak langsung  adalah jaringan kabel lokal  dimana pesawat pelanggan dicatu dari KP terdekat yang dihubungkan terlebih dahulu ke RK, baru kemudian dihubungkan ke RPU


Gambar 2.2 Jaringan kabel tidak langsung

2.1.2 Jarlokat Tidak Murni
Jaringan lokal akses tembaga (Jarlokat) tidak murni adalah jaringan yang dalam operasionalnya menggunakan tambahan teknologi atau perangkat tambahan lain untuk meningkatkan performansinya. Jenis layanan dan kecepatannya bervariasi tergantung perangkat tambahan yang digunakan. Dalam hal ini satu pair kabel digunakan lebih dari satu sambungan telepon.
Secara umum jaringan lokal akses tembaga tidak murni mempunyai konfigurasi sebagai berikut :


Gambar2.3 Konfigurasi Jarlokat tidak murni

2.2  Sistem HDSL DPG Fast Link
2.2.1        Konfigurasi Umum Sistem HDSL DPG Fast Link
Fast Link merupakan perangkat yang universal untuk pelayanan pelanggan. Sistem Fast Link menghubungkan terminal pelanggan pada satu sisi dengan sentral lokal pada sisi lainnya, baik untuk switch service maupun yang non switch service (leased line). Trasmisi untuk siaran radio ataupun siaran televisi merupakan salah satau service yang bisa dilayani oleh distribusi broad band.
Komponen sistem tersebut terdiri atas modul-modul sebagai berikut :
r  AMX (Acces Multiplexer)
r  CMX (Cross Connect Multiplexer)
r  OMX 2 (Optical Multiplexer 2x2 Mbps)
r  OMX 16 (Optical Multiplexer 16 x 2 Mbps)
r  HMX  (HDSL Terminal Multiplexer)
r  COT (Central Office Terminal)

Adapun ONU memungkinkan Fast Link untuk diterminasi di sisi pelanggan Terminal pelanggan dapat dihubungkan dengan ONU melalui interface digital (ISDN, nx64 kbps). Di samping itu interface 2 Mbps dari ONU dapat dihubungkan ke pelanggan melalui fiber optic ataupun pair kabel tambaga.
Berikut ini adalah tipe-tipe ONU yang digunakan pada Fast Link versi 1.0 :ONU 30 (maksimal 30 pelanggan)
-          ONU 120 (maksimal 120 pelanggan)
-          ONU 240 L (maksimal 240 pelanggan)

2.3  Interface 2 Mbps V 5.1
r  Interface V 5.1 adalah interface 2 Mbps yang menghubungkan antara AN (Access network) dengan LE (Local Exchange).

2.4  Line Code HDB-3
2.5  Kode ini digunakan pada interface 2 Mbps yang pada dasarnya dipakai untuk mengatasi kelemahan pada kode AMI.

2.6  High Bit Rate Digital Subscriber Line (HDSL)
High Bit Rate Digital Subscriber Line (HDSL) merupakan perangkat yang digunakan untuk menyalurkan digital dengan kecepatan tinggi pada jaringan lokal akses tembaga (Jarlokat).
Secara garis besar blok diagram tranceiver HDSL adalah seperti gambar 2.5.

 

Gambar 2.4 Blok diagram tranceiver HDSL


DC         = Decision Circuit
EC         = Echo Canceller
DS mP    = Digital Signal Processor

2.7  Kode Saluran 2 B1Q
Pada HDSL kode saluran yang digunakan adalah kode saluran baseband Pulse Amplitude Modulation (PAM) 2 B1Q. dilipihnya kode saluran ini karena kode 2 B1Q mempunyai kecepatan bit yang cukup tinggi.
Secara berturut-turut bit-bit informasi yang datang pada tranceiver HDSL dikelompokkan menjadi pasangan bit untuk diubah menjadi simbol kuartener dengan level 4 baud, sehingga dua buah bit dikodekan menjadi satu simbol keempat level tersebut mempunyai jarak spasi yang sama.



2.1  DIGITAL LOOP CARRIER (DLC)
DLC adalah sistem yang melayani hubungan point to point antara sisi jaringan (local exchange) dan sisi pelanggan. Teknologi DLC merupakan hasil penerapan teknologi PCM 30 pada sistem jaringan pelanggan sistem ini  memiliki dua perangkat utama yaitu Central Terminal (CT) pada sisi sentral dan Remote Termination (RT) pada sisi pelanggan. Konfigurasi teknologi DLC ditunjukkan oleh gambar 2.3. Perangkat penyusun CT dan RT secara umum adalah terdiri dari Primary Multiplexer (PM), High Order Multiplexer (HOM) dan Optical Line Termination Equipment (OLTE) seperti yang terlihat pada gambar 2.4.


Gambar 2.3 Konfigurasi teknologi DLC [3]


2.2  HIGH BIT RATE DIGITAL SUBSCRIBER LINE (HDSL)
HDSL merupakan teknologi aplikasi pada jaringan lokal tembaga untuk menyalurkan layanan 2 Mbps. Kapasitas kabel yang banyak digunakan adalah 2 pair kabel dan dapat diintegrasikan dengan perangkat lain untuk menghasilkan layanan yang lebih kecil dari 2 Mbps.
Teknologi HDSL merupakan upaya peningkatan performansi jaringan lokal kabel tembaga di dalam menyalurkan sinyal digital dengan bit rate tinggi. HDSL dapat meningkatkan daya guna pair kabel untuk memenuhi kebutuhan POTS, pada daerah-daerah yang mempunyai keterbatasan kapasitas jarkab, duct, sulitnya perijinan jaringan, dll. HDSL ini juga dapat digunakan untuk melayani daerah-daerah yang tidak atau belum dimungkinkannya penggunaan fiber optik, terutama untuk daerah-daerah dimana kebutuhan layanan 2 Mbps. Bit rate saluran HDSL yang lebih sesuai adalah 1.168 kbps dalam satu pair kabel dengan mengacu standar E1.
Penggunaan 2 pair kabel akan lebih menguntungkan karena kemudahan dan kesederhanaanya pada proses instalasi dan operasi pemeliharaan. Penggunaan HDSL akan lebih menguntungkan untuk daerah demand yang terkonsentrasi. Konfigurasi umum HDSL ditunjukkan pada gambar 2.5.


Gambar 2.5 Konfigurasi HDSL [1]

Penempatan perangkat HDSL pada jaringan akses tembaga diperlihatkan pada gambar 2.7.



Gambar 2.7 Penempatan perangkat HDSL pada Jarlokat [1]


2.3  SISTEM DLC PSC 240
DLC PSC 240 merupakan perangkat dengan sistem Digital Loop Carrier (DLC) yang dapat melayani sampai dengan 240 saluran pelanggan melalui 8 perangkat saluran transmisi E1 (2,048 Mbps). PSC 240 telah dirancang dengan rekomendasi dari ITU-T (International Telecommunication Union - T) dan standar internasional yang berhubungan.
Sistem tersebut terdiri dari Exchange Terminal (ET) di sentral dan Remote Terminal (RT) pada suatu Rumah Kabel (RK) yang dekat dengan lokasi pelanggan. Kedua perangkat tesebut bekerja melalui kabel, serat optik atau fasilitas radio digital menggunakan multiplexers sesuai  rekomendasi ITU-T.


2.4.1  Konfigurasi Sistem PSC 240
Sistem PSC 240 dapat mendukung beberapa macam konfigurasi universal tetapi sistem juga dirancang untuk mudah ditambah dan diubah konfigurasinya. Konfigurasi sistem DLC PSC 240 ada 2, yaitu :
§  Konfigurasi Universal yang terbagi menjadi dua yaitu dengan konsentrator dan tanpa konsentrator.
§  Konfigurasi Terintegrasi








Gambar 2.10 Konfigurasi Universal tanpa Konsentrator PSC 240[2]

2.4.2  Komponen Sistem PSC 240
Sistem PSC 240 terdiri dari beberapa komponen pendukung baik yang berada pada ET atau RT yaitu sebagai berikut :
q  PSC 2490 Channel Bank
q  Common Units
q  Channel Units
q  Power System (for RT)
q  Fuse dan Panel Alarm (for ET)
q  Pulsecom Craft Interface Unit (PCIU)


III. SISTEM DLC PSC 240 DI STO TANGERANG KANDATEL TANGERANG DAN DATA HASIL PENGUKURAN

3.1    SISTEM DLC PSC 240 DI STO TANGERANG
Sistem DLC PSC 240 yang ada di STO Tangerang mempunyai arsitektur jaringan dengan konfigurasi Universal dengan konsentrator karena arsitektur tersebut cocok untuk diterapkan dan lebih fleksibel. Secara umum gambaran konfigurasi teknis yang ada pada sistem DLC PSC 240 di STO Tangerang akan ditunjukkan pada gambar 3.3.
Pada sistem PSC 240 yang ada pada STO Tangerang mempunyai konfigurasi teknis terdiri dari QPOTS-ET, QPOTS-RT, Time Slot Processor (TSP), Digital Line Interface Unit (DLIU), HDSL, System Interface Module (SIM) dan Management and Control Processor (MCP). 

Gambar 3.3a  Arsitektur Jaringan PSC 240 di STO Tangerang pada sisi COT

Gambar 3.3b  Arsitektur Jaringan PSC 240 di STO Tangerang pada sisi RT/RK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar