2.1 Umum
Jaringan
lokal akses tembaga (Jarlokat) adalah suatu bentuk jaringan kases yang
konfigurasinya dimulai dari terminal
blok vertikal pada rangka pembagi utama
(RPU/MDF), baik yang hanya menggunakan tembaga sebagai media akses maupun
adanya tambahan perangkat lain yang
bertujuan untuk meningkatkan unjuk kerjanya. Jarlokat digolongkan kedalam 2 jenis yaitu Jarlokat murni dan
Jarlokat tidak murni.
2.1.1 Jarlokat Murni
Jaringan
lokal akses tembaga (Jarlokat) murni sebagai jaringan lokal akses tembaga yang
operasionalnya tidak menggunakan tambahan perangkat aktif. Jarlokat murni
dipergunakan untuk menghubungkan
pelanggan telepon individual ke
sentral telepon dan pelanggan data individual ke sentral data dengan kecepatan
sampai dengan 19,6 kbps. Berdasarkan cara pencatuan dari sentral ke pesawat
pelanggan jarlokat murni dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu :
Konfigurasi
Jaringan Kabel Lokal.

Gambar 1 : Konfigurasi jaringan kabel lokal
2.1.1.1 Jaringan Catu Langsung
Jaringan
catu langsung sering disebut juga Daerah Catu Langsung (DCL), dimana pada DCL
ini pesawat pelanggan dicatu dari kotak pembagi (KP) terdekat yang langsung
dihubungkan dengan Rangka Pembagi Utama
(RPU) tanpa melalui Rumah Kabel (RK).

Gambar
2.1 Jaringan kabel lokal catu langsung
2.1.1.2 Jaringan Catu Tidak Langsung
Jaringan
catu tidak langsung adalah jaringan
kabel lokal dimana pesawat pelanggan
dicatu dari KP terdekat yang dihubungkan terlebih dahulu ke RK, baru kemudian
dihubungkan ke RPU

Gambar
2.2 Jaringan kabel tidak langsung
2.1.2 Jarlokat Tidak Murni
Jaringan
lokal akses tembaga (Jarlokat) tidak murni adalah jaringan yang dalam
operasionalnya menggunakan tambahan teknologi atau perangkat tambahan lain
untuk meningkatkan performansinya. Jenis layanan dan kecepatannya bervariasi
tergantung perangkat tambahan yang digunakan. Dalam hal ini satu pair kabel
digunakan lebih dari satu sambungan telepon.
Secara
umum jaringan lokal akses tembaga tidak murni mempunyai konfigurasi sebagai
berikut :

Gambar2.3 Konfigurasi
Jarlokat tidak murni
2.2 Sistem HDSL DPG Fast Link
2.2.1
Konfigurasi Umum
Sistem HDSL DPG Fast Link
Fast Link merupakan perangkat yang universal untuk pelayanan pelanggan. Sistem Fast Link menghubungkan terminal
pelanggan pada satu sisi dengan sentral lokal pada sisi lainnya, baik untuk switch service maupun yang non switch service (leased line). Trasmisi untuk siaran radio ataupun siaran televisi
merupakan salah satau service yang bisa dilayani oleh distribusi broad band.
Komponen
sistem tersebut terdiri atas modul-modul sebagai berikut :
r AMX (Acces Multiplexer)
r CMX (Cross Connect Multiplexer)
r OMX 2 (Optical Multiplexer 2x2 Mbps)
r OMX 16 (Optical Multiplexer 16 x 2
Mbps)
r HMX (HDSL
Terminal Multiplexer)
r COT (Central Office Terminal)
Adapun ONU
memungkinkan Fast Link untuk
diterminasi di sisi pelanggan Terminal pelanggan dapat dihubungkan dengan ONU
melalui interface digital (ISDN, nx64
kbps). Di samping itu interface 2
Mbps dari ONU dapat dihubungkan ke pelanggan melalui fiber optic ataupun pair
kabel tambaga.
Berikut ini
adalah tipe-tipe ONU yang digunakan pada Fast
Link versi 1.0 :ONU 30 (maksimal 30 pelanggan)
-
ONU 120 (maksimal 120 pelanggan)
-
ONU 240 L (maksimal 240 pelanggan)
2.3 Interface 2 Mbps V 5.1
r Interface V 5.1 adalah interface 2 Mbps yang menghubungkan
antara AN (Access network) dengan LE
(Local Exchange).
2.4 Line Code HDB-3
2.5 Kode ini
digunakan pada interface 2 Mbps yang
pada dasarnya dipakai untuk mengatasi kelemahan pada kode AMI.
2.6 High Bit Rate Digital Subscriber Line (HDSL)
High Bit Rate Digital Subscriber Line (HDSL) merupakan
perangkat yang digunakan untuk menyalurkan digital dengan kecepatan tinggi pada
jaringan lokal akses tembaga (Jarlokat).
Secara garis besar blok
diagram tranceiver HDSL adalah
seperti gambar 2.5.
Gambar 2.4 Blok
diagram tranceiver HDSL
DC = Decision Circuit
EC = Echo Canceller
DS mP = Digital Signal Processor
2.7 Kode Saluran 2 B1Q
Pada HDSL kode
saluran yang digunakan adalah kode saluran baseband
Pulse Amplitude Modulation (PAM) 2 B1Q. dilipihnya kode saluran ini karena
kode 2 B1Q mempunyai kecepatan bit yang cukup tinggi.
Secara berturut-turut
bit-bit informasi yang datang pada tranceiver
HDSL dikelompokkan menjadi pasangan bit untuk diubah menjadi simbol kuartener
dengan level 4 baud, sehingga dua buah bit dikodekan menjadi satu simbol
keempat level tersebut mempunyai jarak spasi yang sama.
2.1 DIGITAL LOOP CARRIER
(DLC)
DLC adalah sistem
yang melayani hubungan point to point
antara sisi jaringan (local exchange)
dan sisi pelanggan. Teknologi DLC merupakan hasil penerapan teknologi PCM 30
pada sistem jaringan pelanggan sistem ini
memiliki dua perangkat utama yaitu Central
Terminal (CT) pada sisi sentral dan Remote
Termination (RT) pada sisi pelanggan. Konfigurasi teknologi DLC ditunjukkan
oleh gambar 2.3. Perangkat penyusun CT dan RT secara umum adalah terdiri dari Primary Multiplexer (PM), High Order Multiplexer (HOM) dan Optical Line Termination Equipment
(OLTE) seperti yang terlihat pada gambar 2.4.

Gambar 2.3 Konfigurasi
teknologi DLC [3]
2.2 HIGH BIT RATE
DIGITAL SUBSCRIBER LINE (HDSL)
HDSL
merupakan teknologi aplikasi pada jaringan lokal tembaga untuk menyalurkan
layanan 2 Mbps. Kapasitas kabel yang banyak digunakan adalah 2 pair kabel dan
dapat diintegrasikan dengan perangkat lain untuk menghasilkan layanan yang
lebih kecil dari 2 Mbps.
Teknologi
HDSL merupakan upaya peningkatan performansi jaringan lokal kabel tembaga di
dalam menyalurkan sinyal digital dengan bit
rate tinggi. HDSL dapat meningkatkan daya guna pair kabel untuk memenuhi kebutuhan POTS, pada daerah-daerah yang
mempunyai keterbatasan kapasitas jarkab, duct,
sulitnya perijinan jaringan, dll. HDSL ini juga dapat digunakan untuk melayani
daerah-daerah yang tidak atau belum dimungkinkannya penggunaan fiber optik,
terutama untuk daerah-daerah dimana kebutuhan layanan 2 Mbps. Bit rate saluran HDSL yang lebih sesuai
adalah 1.168 kbps dalam satu pair
kabel dengan mengacu standar E1.
Penggunaan
2 pair kabel akan lebih menguntungkan
karena kemudahan dan kesederhanaanya pada proses instalasi dan operasi
pemeliharaan. Penggunaan HDSL akan lebih menguntungkan untuk daerah demand yang terkonsentrasi. Konfigurasi umum
HDSL ditunjukkan pada gambar 2.5.

Gambar 2.5 Konfigurasi HDSL [1]
Penempatan
perangkat HDSL pada jaringan akses tembaga diperlihatkan pada gambar 2.7.

Gambar 2.7 Penempatan
perangkat HDSL pada Jarlokat [1]
2.3 SISTEM DLC PSC 240
DLC PSC 240
merupakan perangkat dengan sistem Digital
Loop Carrier (DLC) yang dapat melayani sampai dengan 240 saluran pelanggan
melalui 8 perangkat saluran transmisi E1 (2,048 Mbps). PSC 240 telah dirancang
dengan rekomendasi dari ITU-T (International
Telecommunication Union - T) dan standar internasional yang berhubungan.
Sistem tersebut
terdiri dari Exchange Terminal (ET)
di sentral dan Remote Terminal (RT)
pada suatu Rumah Kabel (RK) yang dekat dengan lokasi pelanggan. Kedua perangkat
tesebut bekerja melalui kabel, serat optik atau fasilitas radio digital
menggunakan multiplexers sesuai
rekomendasi ITU-T.
2.4.1 Konfigurasi Sistem PSC 240
Sistem PSC 240
dapat mendukung beberapa macam konfigurasi universal
tetapi sistem juga dirancang untuk mudah ditambah dan diubah konfigurasinya.
Konfigurasi sistem DLC PSC 240 ada 2, yaitu :
§ Konfigurasi
Universal yang terbagi menjadi dua yaitu dengan konsentrator dan tanpa
konsentrator.
§ Konfigurasi
Terintegrasi

Gambar 2.10 Konfigurasi Universal tanpa Konsentrator PSC 240[2]
2.4.2 Komponen Sistem PSC 240
Sistem PSC 240
terdiri dari beberapa komponen pendukung baik yang berada pada ET atau RT yaitu
sebagai berikut :
q PSC 2490 Channel Bank
q Common Units
q Channel Units
q Power System (for RT)
q Fuse dan Panel
Alarm (for ET)
q Pulsecom Craft Interface Unit (PCIU)
III. SISTEM DLC PSC 240 DI STO TANGERANG KANDATEL
TANGERANG DAN DATA HASIL PENGUKURAN
3.1 SISTEM DLC PSC 240 DI STO
TANGERANG
Sistem
DLC PSC 240 yang ada di STO Tangerang mempunyai arsitektur jaringan dengan konfigurasi
Universal dengan konsentrator karena
arsitektur tersebut cocok untuk diterapkan dan lebih fleksibel. Secara umum
gambaran konfigurasi teknis yang ada pada sistem DLC PSC 240 di STO Tangerang
akan ditunjukkan pada gambar 3.3.
Pada sistem PSC 240 yang ada pada STO Tangerang
mempunyai konfigurasi teknis terdiri dari QPOTS-ET, QPOTS-RT, Time Slot Processor (TSP), Digital Line Interface Unit (DLIU), HDSL, System Interface Module (SIM) dan Management and Control Processor (MCP).

Gambar
3.3a Arsitektur Jaringan PSC 240 di STO
Tangerang pada sisi COT

Gambar
3.3b Arsitektur Jaringan PSC 240 di STO
Tangerang pada sisi RT/RK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar